Pada komik One Piece di Chapter 924 ini terungkap sebuah fakta bahwa ternyata batu laut atau Kairoseki yang biasa dipakai oleh pihak Pemerintah Dunia untuk menangkap para penjahat yang memiliki kekuatan buah iblis ternyata berasal dari Negara Wano Kuni. Kalian semua pasti sudah mengetahui bahwa pihak Pemerintah Dunia atau World Government sudah sejak lama memanfaatkan batu laut untuk keperluan militernya. Mulai dari melapisi kapal Angkatan Laut agar bisa melewati Calm Belt, Borgol untuk menangkap para pengguna buah iblis, bahkan ujung senjata yang di pakai oleh salah satu perwira tinggi Angkatan Laut bernama Smoker pun terbuat dari batu laut. Basil Hawkins juga mengatakan bahwa hanya pengrajin dari negara Wano lah yang mampu membuat batu laut tersebut menjadi berukuran kecil.


Sudah bisa dipastikan adanya sebuah hubungan antara Negara Wano Kuni dengan pihak Pemerintah Dunia atau World Government yang sudah lama terjalin. Dan hubungan itu adalah hubungan jual beli batu laut atau Kairoseki. Yang berarti, Adanya pihak yang menyelundupkan barang tersebut dari Wano lalu menjualnya kepada pihak Pemerintah Dunia dalam jumlah besar. Lalu siapakah orang yang menjadi penghubung antara Negara Wano Kuni dengan pihak Pemerintah Dunia? Disini saya berpendapat bahwa adanya campur tangan dari salah satu Kaisar Dunia Bawah yang juga hadir pada acara pesta teh Bigmom yang diadakan di pulau Whole Cake, Siapa lagi kalo bukan Umit “Si Raja Pengiriman Dasar Laut Nan Dalam”.

Baca Juga  Serunya Event OPINIPOZE Di Grup Ini, Ikutan Yuk!

Dan hal menarik lainya yang ada pada chapter kali ini adalah Tekad dari seorang calon Raja Bajak Laut masa depan, Monkey D Luffy. Kalian semua pasti sudah mengetaui kekuatan tekad dan semangat seorang Monkey D Luffy. Tetapi baru kali ini Saya melihat Luffy benar – benar sangat marah. Sampai – sampai Kaido mengatakan bahwa Luffy tidak berhenti menatapnya, Biarpun sebenarnya Luffy sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saking marahnya dalam keadaan tidak sadarkan diri pun, Monkey D Luffy masih mampu untuk mengeluarkan haki raja nya. Bahkan di dalam penjara pun tatapan mata Luffy tetap tajam dan tidak berubah sedikitpun.

Jelas kemarahan tersebut bukanlah kemarahan biasa. Ini terjadi karena Monkey D Luffy mengetahui bahwa teman kecilnya, O-tama dihajar oleh Kaido saat sedang dalam perjalanan pulang menuju desa Amigasa. Sebagai bukti pada chapter 917, Luffy juga terlihat sangat emosi dan langsung menghajar Holdem dengan tinjunya setelah dia mengetahui bahwa O-tama sudah disiksa oleh Holdem. Dan pada chapter kali ini juga mengungkap sebuah fakta bahwa ternyata Shutenmaru dan Ashura Douji adalah orang yang sama. Hal ini terbukti dari kata – kata Kinemon saat sedang berada di kota Bakura. Ketika itu Kinemon melihat sosok Shutenmaru yang kebetulan sedang lewat di dekat gerbang kota Bakura. Tetapi saat itu Kinemon malah menyebut sosok Shutenmaru sebagai Ashura Douji. Jadi sudah cukup jelas bahwa Shutenmaru dan Ashura Douji adalah orang yang sama.

Baca Juga  Gak Terduga, Ternyata Eichiro Oda Termotivasi Dari Kishimoto Untuk Menamatkan One Piece!

Hal lainya yang menarik adalah dijebloskanya Monkey D Luffy kedalam penjara, Yang ternyata penjara tersebut bersebelahan dengan seorang bajak laut 11 Supernova atau Generasi Terburuk lainya yang bernama Eustas Kapten Kid. Lalu, apakah Trafalgar D Law akan menyelamatkan Monkey D Luffy di dalam penjara, atau malah berhianat dengan cara bersembunyi ? Bagaimana dengan pergerakan para kru Topi Jerami lainya setelah mereka mengetahui bahwa kapten mereka sudah dijebloskan kedalam penjara ? Apakah aliansi Monkey D Luffy yang terbentuk ketika di Dressrosa juga akan datang ke negri Wano untuk menyelamatkannya ? Lalu bagaimana kabar X Drake yang saat ini membawa Caribou ke hadapan Kaido karena telah menghancurkan pabrik senjata miliknya ? Satu hal yang pasti, Rencana yang sudah tersusun rapi oleh Kinemon tidak akan berjalan seperti yang direncanakan.

sumber : http://22portgas.blogspot.com/2018/11/batu-laut-pemerintah-dunia-dan-wano-kuni.html

The following two tabs change content below.