Fanfiction One Piece Bahasa Indonesia.

Suatu hari, Zoro pergi ke sebuah bar. Dia ternyata mencuri kesempatan untuk membeli sebotol sake, lalu memesan satu sake yang paling favorit.

” Oii,, berikan aku satu sake paling enak disini !? ” Kata Zoro pada pemilik bar.

” Hmm,, kau pilih yang ini atau yang di sebelah sana tuan ?? ” Tanya pemilik bar itu.

” Pilihkan saja bagimu yang enak, aku suka sake… ” Jawab Zoro tenang.

” Baiklah, tunggu sebentar disini. Saya akan ambilkan satu untuk tuan. ” Kata pemilik bar itu mengambil satu botol sake.

Pemilik bar itu melihat Zoro, dia tampak tidak asing dengannya. Tapi, dia diam saja dan membiarkan pemgunjungnya itu menikmati sakenya.

****
****

Lalu, saat Zoro sedang asyik meminum sake. Ada seorang wanita berbadan besar dan berambut keriting berbicara pada pemilik bar.

” Kau sudah tahu tentang kabar kedatangan si Rambut Merah bersama si Mata Elang ?? ” tanya wanita berambut keriting itu menjelaskan maksud kedatangannya.

” Hmm, jadi itu alasannya kau turun gunung ?? Baiklah, akan kuberikan minuman favoritnya.. Oh, maaf aku menitipkan ‘dia’ padamu dulu.. Nanti, kalau bar sudah sepi aku jemput dia.. ” Jawab pemilik bar seorang wanita muda dengan penutup kepala.

” Tenang saja, dia aman padaku.. ” Kata wanita berbadan besar itu pamit pulang.

Zoro tampak bingung dengan nama yang disebut oleh wanita tadi, lalu dia bertanya pada sang pemilik bar.

” Oii, dia membicarakan sesuatu tentang si Mata Elang ?? Siapa orang itu ?? ” Tanya Zoro penasaran.

” Ohh, dia hanyalah penduduk sini. Dia tinggal di gunung dekat desa ini. Tentang si Mata Elang, dia memang seringkali kesini bersama sahabatnya. Untuk sekedar minum sake sambil bercerita tentang lautan. ” Kata pemilik bar itu.

” Jadi ingat dulu aku sempat tinggal bersama orang itu… Dan gadis hantu yang menyebalkan itu… ” Kata Zoro yang setengah mabuk.

Pemilik bar itu terkejut mendengar kata pendekar pedang itu, tanpa sengaja dia bercerita tentang dirinya yang ternyata mengenali si Mata Elang.

****
****

(( flashback, Zoro bercerita pada pemilik bar ))

Zoro pernah tinggal bersama dengan si Mata Elang dan Gadis Hantu di sebuah reruntuhan kastil secara tak sengaja. Disini yang dimaksud adalah Mihawk dan Perona. Kejadian itu sudah berlangsung lama, saat itu Zoro terpental akibat efek kekuatan Shichibukai bernama Kuma. Sampai jatuh ke Rusukaina.

Disana dalam keadaan terluka parah, dia ditemukan Perona tergeletak di antara puing-puing. Lalu, akhirnya dia diarahkan ke kastil dan dipertemukan dengan Mihawk.

Zoro sangat terkejut mengetahui bahwa itu dulu adalah orang yang pernah mengalahkannya, orang yang memberi luka padanya hingga memotivasinya untuk bisa menjadi pendekar pedang tak terkalahkan.

Baca Juga  Fanfiction One Piece : Hilangkan Ingatan Itu

” Jadi, kau masih ingat denganku bocah ?? ” Tanya Mihawk.

” Siapa yang akan melupakan orang pernah melukaiku dulu ?? Dan hingga kini luka itu membekas tak sanggup hilang.. ” Jawab Zoro.

” Horohorohoro… Kalian saling mengenal ??? ” Tanya Perona penasaran.

” Diam kau gadis hantu !? ” Kata Zoro sebal.

” Kau jahat sekali, biar kuberi kau Negative Hollow !? ” Kata Perona kesal.

” Jadi, ini semacam reuni ?? Kalau kalian berisik, di luar sana. Jangan macam-macam di kastilku… ” Kata Mihawk.

Zoro dan Perona melihat ke arah Mihawk dengan pandangan sinis.

****
****

Tanpa terasa hari-hari dilewati bersama, lalu Zoro yang sudah kesal tak menemukan jalan keluar dari sana maka dia memutuskan untuk duel ulang dengan Mihawk.

Namun, Mihawk menolaknya. Dia menyuruh Zoro melawan pasukan baboon di wilayah puing-puing kastil. Jika dia sanggup melawannya, maka dia mau melawan Zoro untuk kedua kalinya.

Zoro menuruti permintaan itu, dengan disaksikan oleh Perona dari kejauhan. Zoro menyerang tanpa henti, dia terus melawan pasukan baboon yang tak kenal lelah dan terus menyerang balik. Pasukan baboon itu sangat kuat, mereka terbiasa hidup di jaman peperangan hingga menguasai tekhnik pertarungan bahkan dengan senjata.

Hingga, pada akhirnya Zoro kembali ke kastil. Menghadap ke Mihawk yang sedang menikmati anggur.

” Aku kemari untuk menagih janjimu !? ” Kata Zoro.

” Aku tak mau meladeni orang lemah yang kabur dari pasukan baboon.. ” Kata Mihawk.

” Pasukan baboon yang kau maksud, lihat di luar sana, mereka sudah jadi tumpukan baboon lemah.. Satu-satunya yang belum kukalahkam hanya kau seorang !? ” Kata Zoro tegas.

Mihawk terkejut, dia melihat ke arah Zoro yang berlumuran darah dan penuh dengan luka.

” Kau yakin masih hidup ?? Lihat kau sekarat, pendekar bodoh !!! ” Tanya Perona cemas.

” Rawat dia, jika dia sudah baikan. Aku turuti permintaannya !? ”

Zoro menuruti lagi permintaan itu. Dia menunggu waktu dimana Mihawk mau melawannya lagi.

***
***

(( kembali ke bar, tempat Zoro sedang minum sake ))

Pemilik bar yang mendengar cerita itu lalu menanyakan keadaan dia setelah tinggal bersama si Mata Elang.

Zoro dengan wajah muram mengingat apa yang sudah dilakukan padanya saat itu. Intinya, dia malah dilatih dengan orang yang dianggap musuh itu.

Bahkan dia menceritakan juga kehebatan si Mata Elang.

” Dia pantas mendapat julukan Mata Elang, caranya menatap mangsa dan menyerang mangsanya sangatlah mengerikan. ” Kata Zoro.

Baca Juga  Fanfiction One Piece : Hilangkan Ingatan Itu

****
****

(( ingatan Zoro kembali ke cerita masa lalunya bersama Mihawk dan Perona ))

Zoro dan Mihawk sedang berlatih pedang, hampir tiap hari mereka berlatih. Bahkan, Mihawk memberitahu Zoro tekhnik berpedang yang baik. Dengan memperlakukan pedang itu seolah bernyawa, menggunakan pedang dengan hati agar menyatu dengan pemiliknya.

Setelah itu, bahkan Zoro dilatih agar bisa melapisi pedangnya denga haki. Hal inilah yang membuatnya tampak senang. Bahkan, selama dilatih Mihawk. Zoro sangat antusias.

” Kenapa kau ajari sesuatu yang bisa saja merugikanmu ?? ” Tanya Zoro.

” Untuk seorang pendekar yang mempertaruhkan harga diri serta ambisi bagi orang lain yang dianggap penting daripada sesuatu dalam dirinya, untuk apa ku ragu ?? ” Jawab Mihawk tenang.

” Kau aneh sekali.. ” Kata Zoro.

” Suatu saat kita bertemu kembali, mungkin kau sudah melampauiku? ” Jawab Mihawk.

” Kita makan yuk, itu sudah siap masakannya dari hasil kebun.. ” Kata Perona.

*****
*****

Setelah acara makan selesai, Zoro memegang pisau kecil milik Mihawk. Dia mengenang sesuatu dari benda itu. Kejadian yang lama sekali, saat itu Zoro baru saja memulai debut sebagai bajak laut bukan pemburu hadiah lagi.

” Kau mau apa dengan pisau kecil milikku itu, Roronoa ?? ” Tanya Mihawk.

” Horohorohoro.. Mungkin dia ingin menikammu secara diam-diam.. ” Kata Perona.

” Aku hanya ingin menguji pisau kecil ini lagi, dewa kesialan masih berada padaku ?? ” Kata Zoro penuh teka-teki.

Lalu, Zoro melempar pisau itu ke arah atas. Perona dan Mihawk terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Zoro. Bahkan tindakan nekat Zoro itu bisa melukainya. Hingga pisau kecil itu pun jatuh ke bawah, insiden besar terjadi. Yang membuat Perona dan Mihawk sangat tidak bisa memikirkan apa maksud Zoro itu.

Dan kejadian itu menjadi suatu pertanda buruk untuk awal dari kebangkitan seorang pendekar pedang.

****
****

Hari dimana saatnya bertemu kembali telah tiba, Zoro berpamitan pada Perona dan Mihawk. Dia akan kembali berlayar, menemui seluruh rekannya di pulau perjanjian.

Mihawk sudah menyediakan kapal untuknya, Perona diminta menemani Zoro pergi. Meski Zoro menolak, cuma Perona memakai jurus Negative Hollow untuk melemahkan hati Zoro. Hingga Zoro mau ditemani Perona.

” Kau itu tukang nyasar, yang ada kau malah tidak akan bertemu teman-temanmu !!! ” Kata Perona.

” Jaga dirimu, Roronoa.. Jangan berlebihan minum sake, hentikan kebiasaan burukmu jika ingin menjadi pendekar pedang hebat!? ” Kata Mihawk.

” Kalian cerewet sekali, seperti bapak dan adikku saja.. ” Kata Zoro sebal.

Baca Juga  Fanfiction One Piece : Hilangkan Ingatan Itu

Mereka lalu berangkat menuju pulau perjanjian. Zoro tak akan pernah melupakan hari-hari bersama si Mata Elang, bahkan dengan Gadis Hantu itu.

****
****

(( kembali ke bar ))

Pemilik bar itu lalu mengatakan sesuatu pada Zoro. Hal itu membuatnya terkejut.

” Coba kau ucapkan lagi ?? ” Tanya Zoro.

” Iya, ini desa Fuusha. Kau pasti tau, ini tempat tinggal kaptenmu dulu, Luffy. ” Kata pemilik bar yang ternyata Makino.

” Haha, aku terlalu jauh berlayar ?? Jadi, setelah aku ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kini, aku berkunjung ke rumahnya ?? ” Kata Zoro tertawa.

Lalu, dari arah belakang terdengar suara yang tak asing bagi Zoro. Tak disangka itu orang menyebalkan yang pernah tinggal bersama di reruntuhan kastil waktu itu.

” Oi, Roronoa ?! Kau tersesat lagi, lalu mabuk disini sebagai pendekar pedang mabuk ?? Memalukan sekali !! ” Kata orang itu.

” Eh, tunggu dulu.. Bagaimana kau bisa kemari dan tahu aku disini ?? ” Tanya Zoro terkejut.

” Aku juga tersesat, lalu kuputuskan sejenak istirahat disini bersama kawanku yang sedang berduka.. ” Kata orang itu yang ternyata Mihawk.

” Oi Makino !?? Ambilkan yang seperti biasanya, aku sedang sedih. Bocah yang dulu minum denganku disini, bermimpi menjadi raja bajak laut kini sudah mengakhiri perjalanannya.. Dan kau, pendekar pedang di sana, ikutlah bersama kami.. Kau pasti punya banyak cerita tentang bocah yang kumaksud, Roronoa Zoro !? ” kata seseorang di samping Mihawk yang ternyata Shanks si Rambut Merah.

” Suatu kehormatan bisa berjumpa denganmu, aku sering mendengarkan cerita tentangmu dari kapten kapalku.. Apalagi, kalau masalah topi jeraminya.. ” Kata Zoro.

” Baiklah, aku akan siapkan minuman spesial untuk kalian.. Kali ini gratis, ini untuk Luffy.. ” Kata Makino sedikit bersedih.

Hari itu Shanks, Mihawk dan Zoro minum bersama di bar milik Makino. Mereka bercerita tentang petualangan di laut saat mereka masih berlayar dengan semangatnya, juga tentang bocah bertopi jerami yang terlalu cepat mengakhiri perjalanan menuju keberhasilan.

The End

Sumber : soulking/bimo arga, one piece nakama indonesia

The following two tabs change content below.