Judul tulisan ini adalah Wano Negeri tertutup. hasil kreasi setelah membaca sub bab ‘Jepang, Negeri Tertutup’ di buku ‘Jepang Purba’. Dan saya ingin membahas tentang secuil informasi yang ada di buku ‘Jepang Purba’ dengan menghubungkan alur One Piece di arc Wano. Pembahasan yang saya hubungkan ini pada akhirnya membentuk sebuah analisis sederhana.

A. WANO CERMINAN JEPANG ZAMAN EDO

Jepang pada permulaan Abad ke-17 dikenal sebagai zaman Edo yang dipimpin keshogunan Tokugawa. Barangkali Oda Sensei telah merencanakan arc Wano sebagai cerminan zaman Edo. Tentu ada kesamaan antara arc Wano dengan zaman Edo, yaitu: Pelarangan pribumi (penduduk Wano atau penduduk Jepang) bepergian ke luar negeri.

Saya mengutip alasan zaman Edo menutup diri di buku ‘Jepang Purba’, yaitu:

“Langkah menutup diri yang dinamakan ‘Negeri Tertutup’ oleh bangsa Jepang ini merupakan reaksi terhadap pengaruh Eropa di bidang agama, teknologi dan pemikiran yang dianggap sebagai ancaman terhadap tatanan yang sudah mantab.” (hal. 161)

Zaman Edo menganggap orang asing dapat mempengaruhi sistem keshogunan yang mapan. Sehingga pengaruh orang asing harus dijauhkan dari keawaman pribumi. Hal ini senada pada alur One Piece di arc Wano lewat pengajaran sekolah di ibukota Bunga. Guru di ibukota Bunga mengajarkan murid-muridnya tentang keuntungan negeri terisolir dan kerugian negeri terbuka, seperti gambaran pada chapter 919:

Baca Juga  Ga Nyangka, Beberapa Hal Di Anime One Piece Ini Terinspirasi Dari Indonesia!

“Aku bisa, bu! Negeri terisolir adalah negara yang menutup diri dari seluruh dunia untuk melindungi rakyatnya!!”

“Negara terbuka adalah negara yang membuka diri pada seluruh dunia dan membiarkan orang dan paham jahat masuk. Itu tindakan jahat! Ada banyak negeri asing di seluruh dunia yang menginginkan apa yang kita miliki di negeri Wano ini.”

Pola pikir anak-anak di Wano pada akhirnya membuat kebenaran versi mereka bahwa Oden adalah orang jahat yang ingin membuka negeri Wano. Dan mereka mengeluh-eluhkan shogun Orochi sebagai pahlawan yang menyelamatkan negeri Wano dari kejahatan Oden.

B. KABUKI: TOKOH UTAMA YANG MEMBUAL

Hal menarik dari Jepang zaman Edo adalah kemunculan Kabuki. Saya mulai mengutip paragraf tentang awal kemunculan Kabuki di buku ‘Jepang Purba’, yaitu:

“Pada permulaan Abad ke-17, Jepang menutup pintunya terhadap dunia dan menjadi sebuah negeri yang kaku dan terpencil; yang merupakan paradoks adalah bahwa pada masa itu pula lahir Kabuki, suatu bentuk teater melodramatik yang penuh warna-warni. Sementara penguasa jepang melaksanakan ‘status quo’ politik yang melemahkan semangat, rakyat berduyun-duyun pergi ke pertunjukan yang cemerlang dan aneh. Kebanyakan langganan Kabuki adalah pedagang; mereka tak boleh mengenakan pakaian mewah atau berganti pekerjaan. Karena haus akan sesuatu yang menggairahkan dan tontonan mewah, mereka terpesona oleh pakaian hebat Kabuki. Penonton lebih senang menyaksikan adegan orang pintar dari kalangan kebanyakan yang memperdayakan orang dari kalangan lebih tinggi, entah dalam percintaan entah dalam perkelahian. Bahkan sesungguhnya pertempuran antara pemuda jelata dan samurai pembual inilah bahan pokok salah satu lakon Kabuki yang paling terkenal dan tahan lama, yaitu ‘Sukeroku’, suatu melodrama yang sampai sekarang pun masih dipertunjukkan orang dengan cara tradisional.” (hal. 169)

Baca Juga  Demi Luffy, Akankah Garp Ke Wano ?

Saya menghubungkan Kabuki pada pertarungan Luffy versus Kaido. Memang tidak ada gambaran secara tersurat hubungan Kabuki dengan pertarungan mereka, kecuali scene halaman terakhir di chapter 924. Apalagi ada tulisan: “Lakon pertama negeri Wano selesai.”

Hubungan pada pertarungan mereka justru secara tersirat. Misal Luffy yang ingin menyelamatkan negeri Wano justru marah setelah mengetahui kenyataan O-Tama, Umami, kru SHP hingga kru Law diserang Kaido. Di chapter 924, Luffy berucap kepada Law:

“Jika aku mengalahkannya sekarang maka rencana kita akan selesai!!”

Ucapan Luffy ada benarnya. Luffy terlihat seperti ‘Sukeroku’ yang dilakonkan pada Kabuki, tokoh yang dikenal sebagai seorang yang siap membela golongan bawah terhadap prajurit yang suka mengganggu. Tapi dia membual karena tidak memperhitungkan kemampuan Kaido. Dan bualan Luffy seperti bumbu yang diperlihatkan pada Kabuki.

Puncak ke-aneh-an yang biasa ditawarkan Kabuki disiratkan Oda Sensei pada gada milik Kaido yang diduga terbuat dari batu laut. Hal ini aneh karena Kaido adalah pengguna buah setan dan gagang pada gada miliknya tidak memiliki pengaman. Dan itu sangat berbeda dengan senjata batu laut milik Smoker yang memiliki pengaman pada gagangnya. Barangkali Oda Sensei siap bercerita di arc Wano bagaimana keuletan penduduk Wano membuat alat atau senjata dari batu laut.

Ungkapan “Eeh!!?” yang bersamaan dikeluarkan Franky, Robin, dan Usopp (diduga sebagai lelucon Oda Sensei) menjadi kekagetan mereka terhadap kekalahan Luffy dari Kaido. Dan barangkali menjadi kebahagian bagi penduduk Wano di ibukota Bunga yang mendukung keshogunan Orochi.

Baca Juga  Pembahasan OnePiece Chapter 923 : One Hit Man

Orang luar macam Luffy butuh puluhan chapter lagi untuk membuka Wano dari ketertutupannya.

Oleh Kyo Kyo

The following two tabs change content below.